Posts

Showing posts from May, 2020
Image
Gempa yang Menggoncang Jiwa 27 Mei 2006 by MuznaNAs. Hari yang Allah tetapkan buat kami warga jogja. Yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.  Tidak ada mimpi dan tidak ada firasat apapun.  Yang ada kita semua bersiap untuk aktivitas hari ini.  Pagi itu  sesaat sebelum Allah goncangkan bumi kami.  Seperti biasa, krucil saya lengkap di rumah. Hanya yang nomer satu yang sudah mondok sekolah menengah pertama.  Mereka semua sudah bangun, hanya posisinya masih tersebar.  Yang nomer empat sedang mandi. Yang nomer lima baru setengah sadar duduk di ruang tengah di atas karpet. Anak nomer dua sudah siap dengan seragamnya dan siap makan. Karena makanan juga sudah siap di meja makan. Sedang anak nomer enam sedang berguling di kamar, sebab usianya belum genap satu tahun. Jam saat itu jam menunjukkan 5.55 kurang lebih.  Sadar bahwa suara ini adalah gempa. Tempat tidur sudah bergoyang. Saya mengangkat anak dan membawanya keluar halaman belakang. Berhenti di teras. Saya j
Image
Kapan  kami bisa kembali kesini? By.MuznaNAS dan Alhasani Bergegas bangun di dini hari Agar bisa mandi tanpa antri. Bisa solat Lail di masjid Menanti teman lain bersiap-siap. Berada di shaf pertama Agar Yang di Langit menyaksikan. Berdoa memohon pada Ilahi Pemberi ilmu  penambah pemahaman. Menghafal  1 halaman Al Quran Bersiap menyetorkannya kepada ustadz. Berseragam rapih Bersiap makan yang sudah tersaji. Mengayuh sepeda bersama Menuju sekolah di awal waktu. Tempat kembali di sore hari Setelah lelah menuntut ilmu Tempat bermain bola Dan berkumpul bercengkerama. Makan sore bersama Menyiapkan fisik belajar lagi. Membaca Al Quran Bersiap masuk kelas diniyah malam. Selamat tinggal pondok kami Doakan kami di jenjang berikut. #smpitsalmanalfarisijogja Catatan Santri Angkatan III. #THREEANGEL #TOGETHERWEBETTER by. AlHasani.
Menata Kehidupan ... . By.MuznaNAs Menata Hati dan Jiwa Menata Diri dan Orang lain Menata Posisi dan Peran Menata Ruang dan Suasana Menata Emosi dan Harapan Menata Cinta dan Karya Menata Asa dan Cita. Menata Pergi dan Pulang Menata Kembali dan Bertemu Menata Awal dan Akhir Menata Dunia dan Akhirat. #dirumahaja MuznaNAs.
Image
Dimana Solat id Kita? by.MuznaNAs Idul Fitri tahun 1441 H Siapa pun akan mengingat tahun ini. Siapa pun akan memiliki kesan ini. Siapa pun akan punya sejuta cerita. Mana cerita mu? ini ceritaku. "Solat id nya mau dimana?" Diskusi hangatpun dimulai. "Disini saja". Maksudnya di tempat biasa kami solat berjamaah di ruang tengah  "Dibelakang saja". timpal yang lain. maksudnya di ruang belakang yang bias akami pake Tarawih bersama anak kos, lebih luas di ruang belajar PAUD kalau siang hari.  Dimsa covid sepi tidak ada anak-anak bermain disana. "Di teras saja". Usul yang lain, " Biar bisa jalan pulang dan perginya berbeda. berangkat lewat kosan, pulang lewat pintu depan. "Pintu Kosan di kunci. nda bisa".  Yang sejak anak kos pada mudik sekolah menginci pintu masuk. jadi akses kami pun tidak bisa lewat sana. "Udah di ruang tengah aja". "Di belakang saja". "Di teras aja". Sampai  wa
Baju Lebaran  by.MuznaNAs Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah berkata, “Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Nafi bahwa Ibnu Umar pada dua hari raya mengenakan bajunya yang paling bagus.” 👚🧥👕👔👚🧥👕👔 "Huhuhu ... huhuhu ... ".  Jika  melihat ke kaca sudah pasti wajahku sendu, matku merah, pipiku basah, leher kutekuk, lenganku  menggosok-gosok mata. Sakiing sedih dan kesal. "Sayang, maafkan Mama dan Ayah ya, tidak bisa membelikan mu baju baru buat lebaran kali ini". Terdengar suara lembut Mama menenangkanku. "Lebaran itu tidak harus memakai baju baru, namun baju yang paling bagus yang kita punya". Suara berat Ayah  menasehatiku. "Aku kan malu sama teman-teman, mereka sudah pada cerita, aku juga kemarin lihat bajunya Eli, bajunya Tita, mereka belinya di toko yang besar itu Mama". Kataku merajuk lagi. Aku kecil tidak tahu kondisi orangtuaku. Aku kecil belum faham makna idul fitri. Yang aku tahu kebanyakan o
Image
HADIYAH ITU BERNAMA PARSEL by.MuznaNAS "Aku mau kaya gitu Mama'.  Rengekan seorang anak saat melihat begitu banyak  parsel di rumah  pejabat itu. "Hus... itu bukan buat kita, nanti Mama belikan ya". Akhirnya keluarlah jurus janji Mama untuk menenangkan buah hatinya. Padahal dalam hatinya ada rasa yang yang menekan seperti tertusuk dan sakit. 'Mana bisa Nak kita beli seperti itu, itu mahal. buat  kita, makan sehari-hari saja kita kurang'.  Gumam mama dalam hati. Hadiyah dengan segala bentuknya itu diberi nama parsel. Malah sekarang ada istilah baru  Hampers. Ah ... apa lagi itu?. Tidaklah penting apa pun namanya.  Bagi kami hanyanya angan-angan buat mendapatkannya. Siapa yang akan memberi makanan enak-enak itu buat kami? Siapa yang akan mengantarkan hadiyah sembako yang banyak itu buat kami? Siapa yang akan menitipkan pemberian alat rumah tangga itu buat mengisi dapur kami? Kami bukan siapa-siapa. Kami bukan apa-apa. Parsel-parsel i
Image
"Siapa Kita? " by.MuznaNAs Kita bukanlah para NaKes. Kita hanya rakyak biasa Penghuni jagat  Indonesia. Ikhlas dengan kondisi yang ada. Kita belum apa-apa. Beranikah kita menanggung resiko seperti mereka? Menjadi garda terdepan. Nyawa taruhannya. Lihat lah mereka, terdepan  di masa covid ini. Jelas amal mereka dan begitu dinanti bantuannya. Semoga mereka ikhlas. Namun dengan aturan dan kondisi terakhir. Jadikan Diri kita adalah Nakes buat diri kita sendiri dan keluarga kita. Untuk masa  yang tidak bisa diprediksi orang awam. Selamanya dan sepanjang-panjangnya. Kita .... kini hannya  bisa memohon kepada Allah yang berkendak atas segala sesuatu. Bersiap sejak awal, dari pada lengah kepada keadaan yang membahayakan. Kita seperti di dorong masuk ke mulut harimau. Maka tetaplah waspada saudara-saudaraku. Kita semua bertanggung jawab atas diri kira sendiri. MuznaNAs
Image
"Selamat hari Buku". by.MuznaNAs Buku adalah harta terbanyak kami. Berkeluarga modalnya buku. Nikah maharnya buku  Kitab Al Islam dan Tafsir berbahasa arab gundul. Berdus-dus pindah  kontrakan bawa buku Lain cerita di luar sana pindahan yang diangkut  mebel kursi lemari dan kasur. Tapi silahkan tanya, teman-teman  aktivis dakwah. Saya yakin yang banyak adalah buku. Ruang tamu tanpa kursi tamu, yang ada karpet dan rak buku Ruang makan  tanpa meja makan, yang ada rak-rak buku. Ruang tidur tanpan dipan, yang ada karpet kasur dan rak buku. Siapa yang seperti itu? Jadi ingat para guru, ustadz dan ustadzah di awal mereka menikah, pemandangan itu masih jelas dalam ingatan. Saat rumah kontrakan saya  diberi kursi tamu dari bambu oleh pemilik rumah. Seorang ustadz berkunjung ke rumah kami begitu surprise. "Baru saya lihat di rumah dai ada kursi di ruang tamu, ya ... disini!."  Teriak beliau saat itu. Itupun dipinjami, tertawalah kami semu
Image
JASMIN by. MuznaNAs Bunga ini pernah tumbuh dihalaman Namun tidak bertahan. Kini aku selalu bertemu bunga cantik mungil ini di jalan, terjatuh dari rindangnya pohonmu. Selalu begitu setiap berbunga. Selalu aku ambil satu-satu dari  tempat jatuhmu di jalan  conblok  menuju rumah. Melihat dan mengingat bunga putih bersih ini selalu menginatkan ku pada Ibu. Nama bunga ini amat sangat kau suka sehingga menjadi nama sanggarmu Tempat berolah gerak dan mengaji para ibu. Maka setiap Allah ijinkan aku mendapatimu tergeletak dijalanan Aku amankan di  kantong baju dan membawamu ke rumahku. Jadilah  kau penghias  sekaligus pengharum ruangan. Indah, harum, wangi dan bernilai doa  buat penyuka mu Ibu ku. Doa buat ibu Allahummaghfirlaha warhamha waafihi wafunaha. #dirumahaja
Image
"Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan" Terimakasih  Ya Allah. by : MuznaNAs Terimakasih bisa menyapa Mahasiswa meski bukan Dosen. Terimakasih  bisa berbagi walau bukan pegawai sosial. Terimakasih bisa  jualan  apa saja meski tak punya  show room. Terimakasih bisa membantu insan-insan terbaik  negeri ini walau bukan pejabat publik. Terimakasih bisa share ide dan ilmu sekalipun bukan penulis handal. Terimakasih  bisa berinteraksi  dengan banyak orang meski memiliki hambatan. Terimakasih bisa mempunyai tiem yang handal walau belum optimal secara finansial. Terimakasih bisa mengenal orang-orang hebat untuk belajar dan bersilaturahmi. Terimakasih buat semua  tangan-tangan  yang ikhlas membantu dimanapun dan kapan pun. Terimakasih buat  keluarga yang setia dalam suka dan duka. Terimakasih buat semua teman medsoa yang selalu aktif menyapa. Terimakasih ya Allah atas segala nikmat.
Image
"Siapakah aku?" by. MuznaNAs "Mba masih di Yayasan SAF kan?" Saya harus jawab apa ya man teman? Kira-kira yang tanya itu siapa? Mungkin tidak penting siapa yang bertanya, orang jauh apa orang dekat, teman lama apa teman baru. Yang lebih penting bagiku sekarang, "Siapa aku?". Jika itu pertanyaan dunia  bagi saya tidak perlu diperjelas siapa kita dimata manusia. Namun jika itu dihadapan Pemilik jiwa, Apa yang bisa aku jawab? Kenalkah KAU dengan ku? Tercatatkah namaku dalam barisan penolong agama-Mu? Terihatkah catatan amalku dalam kitab-Mu? Tercantumkah dalam pemberi syafaat Rasul-Mu? Jangan-jangan kosong? Tak nampak dan tak terlihat. Ya Rabb.... apalah artinya amal-amal ini Jika ternyata tiada arti di hadapan-Mu. Ampuni kami jika kami khilaf. Terimalah amal-amal kami. Hanya Rahmat-Mu  yang mampu menyelamatkan ku. Kasihi kami dan semua anak keturuanan kami. Allahumma aamiin
Image
KETUBAN PECAH @MuznaNAs Aku terguncang-guncang sepanjang perjalanan menuju Salatigo. Diluar sana gelap, sunyi dan sepi. Karena memang waktu telah merangka menuju tengah malam. Aku dengar Umi memohon “ Jangan ngebut ya Mas”. Namun sopir yang melajukan kendali mobil Umi ini menjawab : “Maaf bu, ini sudah pelan, lagian kalau terlalu lambat saya mengantuk”. Umi pun nampak cemas dan gelisah. Aku jadi ikut tegang, padahal aku membawa jabang bayi usia 8 bulan, anak keenam Umi. Aku diperintah Pemilik makhlu mungil ini untuk menjaga sampai waktunya tiba. Diluar sudah terang, waktu telah berganti hari. Kayanya sijabang bayi ikut tegang. Aku merasakan tekanan menguat. Dindingku mengencang. Aku jadi khawatir dengan Umi. Umi harus mengisi   pelatihan, jadwalnya besok hari. Hari ini Umi hanya memberi pengantar dan memperhatian timnya Umi melatih para pendidik di lembaga yang mengundang. Sambil menanti, Umi membawaku mondar mandir, agar tidak
Image
“ODP” (orang dalam pengawasan) @MuznaNAs Add caption Dalam dzikir Al-ma’surat terdapat sebuah doa yang berbunyi بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّميْعُ العَلِيْمِ -  ثَلاَث مَرَّاتٍ Bismillahilladzi la yadurru ma'asmihi syaiun fil ardi wala fissamaa'i wa huwassami'ul aliim (Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada mudharat sedikitpun baik di bumi dan di langit, dan Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui) 3x Setiap hari kita ucapkan do’a di atas. Tiada lain harapan kita agar Allah senantiasa menjaga kita. Di era covid-19, do’a ini dilantunkan memohon agar diri dan keluarga kita terhindar dari wabah ini. Meski kita semua pun faham, bahwa takdir hanya Allah yang tahu, kita hanya berusaha. Usaha kita sesuai anjuran, tetap di rumah saja, jika terpaksa ke luar   lakukan fisical distaning , menggunakan masker   dan gunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah b
Image
Berbagi di era covid-19 @MuznaNAs “Aduh ibu ,,, kita aja susah ko malah disuruh berbagi”.   Kata ibu Fani, setelah mendengar pengajian on line sore itu. Ustadz menjelaskan bahwa ada tiga tipe manusia di era pandemi ini. Yang pertama mereka yang sibuk membicarakan peristiwa ini, seperti yang paling faham persoalannya dan share info sana-sini. namun tidak melaku k an apapun .  Menurut ustadz tipe yang pertama ini adalah tipe manusia yang AWAM . Lalu yang kedua adalah mereka yang sibuk memperbincangkan orang lain, mempertanyakan mengapa dia begini dan begitu, a staghfirullah   padahal mereka sen diri tidak melakukan apapun , mereka ini adalah tipe manusia yang sangat RENDAH . Dan yang ketiga mereka yang dalam suasana seperti sekarang ini semakin   produktif, penuh ide, banyak konsep, mencari solusi, bermanfaat bagi orang lain, berkegiatan positif dan membantu orang lain, tipe mereka ini disebut Tipe manusia yang AMAZING ( SPECIAL ). Respon masyarakat dalam mengh
Image
Covid yang menyadarkan @MuznaNAs Ya … Allah SWT , Tuhan penguasa seluruh alam Kehadiran covid-19 telah menyadarkan kami Menyadarkan … . Kami lemah Kami khilaf Kami teledor Kami lupa Kami takabur Kami miskin Kami taubat Kami taat Kami yang memerlukan MU Kami akan kembali pada-MU Menyadarkan … . Siapa penguasa segala sesuatu Siapa pemerihara alam semesta Siapa penggenggam sakit dan sehat kita Siapa pencipta segala makhluk Siapa penjaga keseimbangan hidup Siapa penentu dan penetap takdir Siapa pemilik jiwa-jiwa Menyadarkan … . Hanya firman dalam kitab-Mu yang terbenar Agama-Mu Islam yang paling Kau ridhoi Hanya Islam yang memiliki solusi sepanjang zaman Hanya menyembut-Mu hati ini akan tenang Hanya Rasulullah yang patut diikuti Hanya Rasulullah teladan buat segala persoalan Hanya Rasulullah dalam hadist-hadistnya pemberi harapan penanganan wabah. Menyadarkan … . Seluruh dunia adanya Engkau satu-satu zat yang harus
Image
Peringatan covid-19 bagi keluarga @MuznaNAs Apa yang ada dalam benak kita tentang keluarga-keluarga selama di rumah saja? Dalam waktu dua puluh empat jam, berhari-hari, bisa beberapa bulan ke depan. Kebetulan keluarga kita adalah keluarga yang Samara. Dengan tempat tinggal yang memiliki fasilitas beraktivitas dengan leluasa. Suami istri harmonis, anak-anak akrab dan saling berbagi serta bersatu dalam suka dan duka. Ada cekcok dan salah faham biasa, namun segera kembali akur dan kompak. Sepanjang berada di rumah saja, mereka tertib, bangun pagi, solat berjamaah, olah raga, berkegiatan sesuai hobby, mengerjakan tugas dengan penuh dedikasi dan disiplin. Setiap waktu solat, segera menunaikan. Membaca Al Quran bersama juga mudah. Membaca buku yang bermanfaat, atau menonton film dan main game, adalah kegiatan menghadap hp semua anggota keluarga di era covidini, namun tetap bisa dikendalikan. Sebuah keluarga ideal harapan insan yang bertaqwa. Nikmat Tuhan manakah yang