Akibat catering dan sebab corona.


Add caption

@MuznaNAs
Catering Rantangan Halal - Makanan & Minuman - 533470383
"Bagaiamana rasa sayur asem yang Umi buat?”,  tanyaku ditengah menyantap makan siang hari ini. Aku sudah berusaha membuat menu beragam, dengan berdebar-debar, karena jarang banget masak. Wajah-wajah itupun nampak sulit mengatakan,

"Hm … apa ya?" yang satu menerawang.
"Ada yang kurang apa toh ini? " yang lain menimpali.
"Biasanya tidak keruh kan Mi?" tanya lainnya.
"Ini Umi buat yang diulek bumbunya, tapi cabenya tidak,  ada yang sama cabenya juga dihalusan".
"Itu lho Mi, terasinya, ini tidak pake ya?” yang lain menemukan rasa apa yang kurang.
"Terasinya di sambel ini lho" jawabku membela.
“Abi jadikan satu sambalnya, malah jadi pas ini” ucap suami. Aku tersenyum mesem, jika wajahku di sorot kamera, kaya gimana gitu ya. Santai ajalah, meski ada malu juga sih.

Begitu sedikit … ketidak nyamananku, sehari-hari akibat corona ini. Sudah beberapa tahun, kami berlangganan catering, jadi jarang masak. Sesekali saja masak saat waktu khusus dan istimewa. Maka dengan kondisi stay at home ini aku jadi berpikir menu apa besok hari?. Sejak makan siang selesai, maka otakku berputar lagi menemukan ide lain, makan apa nanti malam bahkan sampai rencana menu apa besok hari, dan hari-hari berikutnya. Agar bisa sekalian belanja, sehingga tidak banyak keluar rumah, atau bisa pesan belanjaannya.

Keadaan serupa tentunya sama dialami semua ibu di saat pandemi ini. Kalau dulu ibu kita punya catatan resep masakan, jaman kita sekarang berbeda, mau buat apa tinggal cari di cannel  you tube, semua ada. Kemudahan ini mestinya tidak ada alasan lagi buat para bunda dan emak. Yang penting ada bahannya dan yang lebih penting lagi ada bugetnya buat dibelanjakan. Hehe.

Secara fitrahnya, wanita itu bisa melakukan banyak hal, terutama segala hal tentang tanggung jawab di rumahnya. Namun jika diminta memilih, ‘masak atau membersihkan rumah?’ Maka aku akan menjawab ”membersihkan rumah”. Dan itu sejak dahulu kala,  bersama adik-adik di rumah. Jika ibuku dulu memberikan pilihan, namun jika tidak memberi pilihan, maka aku akan melihat apa yang bisa aku bantu dari kegiatan ibu saat itu. Kadang bergantian, aku membereskan rumah, adik membantu masak, dan kadang aku yang membantu masak.

Nah arenanya soal masak-memasak tidak terlalu pintar, boleh dimaklumi ya. Tapi in sya Allah bisa bahkan semangat, sebab memasak buat seorang ibu adalah ibadah, bukankah demikian?. Maka rencanakan, niatkan ibadah dan lakukanlah dengan senang hati. Inilah hikmah  akibat catering jadi tidak prigel memasak, dan sebab corona aku jadi lebih banyak berlatih memasak. Terimakasih buat apapun yang sudah terjadi.

.
.
#kelassalmanmenulis1
#safjogja
#covid-19stories


Comments

Popular posts from this blog