Akibat catering dan sebab corona. Add caption @MuznaNAs "Bagaiamana rasa sayur asem yang Umi buat?”, tanyaku ditengah menyantap makan siang hari ini. Aku sudah berusaha membuat menu beragam, dengan berdebar-debar, karena jarang banget masak. Wajah-wajah itupun nampak sulit mengatakan, "Hm … apa ya?" yang satu menerawang. "Ada yang kurang apa toh ini? " yang lain menimpali. "Biasanya tidak keruh kan Mi?" tanya lainnya. "Ini Umi buat yang diulek bumbunya, tapi cabenya tidak, ada yang sama cabenya juga dihalusan". "Itu lho Mi, terasinya, ini tidak pake ya?” yang lain menemukan rasa apa yang kurang. "Terasinya di sambel ini lho" jawabku membela. “Abi jadikan satu sambalnya, malah jadi pas ini” ucap suami. Aku tersenyum mesem, jika wajahku di sorot kamera, kaya gimana gitu ya. Santai ajalah, meski ada malu juga sih. Begitu sedikit … ketidak nyamananku, sehari-hari akibat corona ini. Sudah b...
Comments
Post a Comment